Perspektif Tinggi-Rendahnya Mbps dalam Penentuan Kualitas Jaringan di Ruang Publik
Seperti yang telah kita ketahui di era digital saat ini, kebutuhan akan telekomunikasi tak bisa dihindari lagi terutama untuk akses Internet. Berbicara soal kualitas jaringan, tentunya disangkutpautkan dengan kecepatan dalam akses internet. Tak jarang warga Indonesia terutama para generasi milenials, pekerja, pelajar maupun yang sedang duduk dibangku perkuliahan memenuhi tempat - tempat yang notabenenya memiliki akses internet yang tergolong cepat yang mungkin secara default memiliki kecepatan tinggi dengan satuan Mbps.
Bagaimana kecepatan internet yang sesuai kebutuhan?
Perspektif setiap orang mengenai kecepatan internet
sungguh sangat berbeda antar individunya. Mengingat setiap kebutuhan orang
untuk internet berbeda-beda, koneksi dengan 1 sampai 2 Mbps dapat dikatakan baik apabila anda hanya menggunakannya untuk browsing, mengunduh file musik atau file-file yang ukurannya
tidak terlalu besar.
Namun hal itu akan berbanding terbalik apabila anda memiliki kebutuhan besar seperti streaming, menonton Video dengan kualitas HD, atau bahkan game online yang memiliki kualitas baik, anda
setidaknya akan membutuhkan koneksi 10 Mbps atau 15 Mbps untuk dapat melakukannya dengan lancar. Sehingga apabila berbicara mengenai berapa Mbps yang sesuai? Jawabannya adalah sesuai kebutuhan anda.
Bagaimana kecepatan internet yang disepakati pemilik kedai atau tempat umum penyedia layanan akses internet gratis?
Pada tempat - tempat umum yang menyediakan layanan Wi-Fi gratis, lambat tidaknya kecepatan tergantung ISP (Internet Service Provider) yang digunakan, dan paket apa yang diambil. Internet Service Provider adalah perusahaan yang melayani pemasangan internet. Beberapa ISP yang dikenal di Indonesia antara lain PT. Telkom dengan TelkomSpeedy-nya, First Media, SatNet, CBN, Centrin, CitraNet, Lintas Buana, dan lain sebagainya. Setiap ISP memiliki paket-paket internet yang berbeda-beda dengan harga yang berbeda pula.
Berdasarkan hasil uji kecepatan akses internet
Wi-Fi di Kedai nongkrong terkenal daerah Surabaya yang sering di datangi
khalayak ramai untuk berinternet ria, diketahui bahwa kedai tersebut menggunakan
layanan internet milik Biznet. Ketika dilakukan tes menggunakan
situs www.speedtest.net dan didapatkan hasil
bahwa layanan internet tersebut untuk download kecepatannya sekitar 17.4 Mbps dan untuk upload kecepatannya mencapai 2.4 Mbps.
Kemudian hasil uji juga dilakukan di gerai kedai kopi Internasional daerah surabaya. Koneksi internet terbilang cukup memenuhi bagi mereka yang hanya ingin sekedar eksis di jejaring sosial. Karena, dari hasil uji kecepatan akses data menggunakan situs SpeedTest, didapatkan hasil bahwa layanan internet tersebut untuk download kecepatannya sekitar 5 Mbps dan untuk upload kecepatannya sekitar 1.4 Mbps.
Perspektif pemilik jaringan di ruang publik terhadap berapa Mbps yang sesuai, mungkin juga dipengaruhi harga yang disepakati. Dimana, pemilik kedai atau penyedia layanan Wi-Fi gratis tersebut harus mempertimbangkan pengunjung yang nantinya datang atau layanan tersebut harusnya hanya dapat digunakan untuk pengunjung yang ingin sekedar eksis di media sosial.
Bagaimana kecepatan internet yang disediakan provider apakah sudah sesuai dengan kebutuhan?
Kembali ke pembahasan sebelumnya. Tentunya kebutuhan internet antar individu sangat berbeda. Bahkan provider yang telah menyediakan kecepatan di awal, dapat turun kecepatannya di akhir bulan. Hal ini dikarenakan banyak tempat - tempat umum penyedia layanan Wi-Fi gratis telah melampaui kuota maksimal bulanannya. Seringkali, bagi mereka yang melebihi kuota akan dikurangi kecepatannya untuk sisa periode penagihan.
Jaringan di ruang publik, tak jarang kita temui bahwa tempat tersebut mengalami penurunan kualitas kecepatan Internet. Karena bukan kita saja yang terkoneksi, namun ada banyak orang. Sehingga banyak bandwidth pula yang digunakan. Situs - situs besar juga memiliki bandwidth yang besar pula dan mampu mempengaruhi kecepatan karena anda dan orang - orang tersebut sedang berada di jaringan yang sama pada waktu tertentu.
Sehingga perspektif terhadap pemilihan paket dengan Mbps yang tinggi tidak selalu menghasilkan koneksi yang cepat. Melainkan tergantung oleh faktor pendukungnya seperti banyaknya pengunjung, penggunaan di jaringan yang sama dapat mengubah mindset kecepatan yang semula cepat menjadi lambat.
Bagaimana apabila ingin memaksimalkan kecepatan koneksi Internet?
Bisa saja penurunan Mbps dan perspektif terhadap Mbps yang keliru dapat dikarenakan antivirus kita sendiri yang mengacaukannya. Untuk mencegahnya, kita coba jalankan scan malware dan adware. Karena, sebagian besar dari program antivirus tidak scan adware dan spyware. Antivirus kita sendiri tersebut dapat berpotensi dapat mengurangi kecepatan koneksi yang mana dikarenakan mereka terus-menerus terhubung dengan server lain. Sehingga Anda harus memiliki beberapa program antimalware yang kurang lebih sebagai berikut:
- Adw Cleaner
- Malwarebytes Antimalware
- Spybot Search & Destroy
Selain itu, cara lain yaitu dengan mengoptimalkan
cache. Apabila cache Anda terlalu besar, hal tersebut dapat berdampak negatif pada kinerja komputer Anda dimana browser web terlalu banyak menyimpan data dari situs-situs yang pernah Anda kunjungi.
Dari sekian pertanyaan dan pernyataan diatas tadi telah membuktikan bahwa perspektif terhadap kecepatan dengan satuan Mbps berbeda-beda tergantung kebutuhan, riwayat pemakaian, dan faktor - faktor lain yang mempengaruhinya. Tak selalu pemilihan paket dengan Mbps yang besar dapat selalu membuat internet menjadi cepat didaerah tersebut. Namun ada beberapa faktor lain seperti banyaknya pengunjung di jaringan yang sama, riwayat banyaknya pengunjung membuat kuota telah melampaui batas, atau dapat juga dikarenakan faktor intern dari cache browser Anda yang terlalu penuh. Faktor-faktor tersebut dapat menurunkan Mbps sehingga tidak sesuai dengan paket yang disepakati.
Pemilihan paket Mbps yang kecil tidak selalu lambat apabila jumlah pengunjungnya sedikit dan hanya sekedar digunakan untuk eksis di media sosial. Sehingga, perspektif-perspektif masyarakat baik pengunjung maupun pemilik kedai akan Mbps yang tinggi atau rendah dapat berubah tergantung faktor - faktor di lapangan dan kebutuhannya.
Dari sekian pertanyaan dan pernyataan diatas tadi telah membuktikan bahwa perspektif terhadap kecepatan dengan satuan Mbps berbeda-beda tergantung kebutuhan, riwayat pemakaian, dan faktor - faktor lain yang mempengaruhinya. Tak selalu pemilihan paket dengan Mbps yang besar dapat selalu membuat internet menjadi cepat didaerah tersebut. Namun ada beberapa faktor lain seperti banyaknya pengunjung di jaringan yang sama, riwayat banyaknya pengunjung membuat kuota telah melampaui batas, atau dapat juga dikarenakan faktor intern dari cache browser Anda yang terlalu penuh. Faktor-faktor tersebut dapat menurunkan Mbps sehingga tidak sesuai dengan paket yang disepakati.
Pemilihan paket Mbps yang kecil tidak selalu lambat apabila jumlah pengunjungnya sedikit dan hanya sekedar digunakan untuk eksis di media sosial. Sehingga, perspektif-perspektif masyarakat baik pengunjung maupun pemilik kedai akan Mbps yang tinggi atau rendah dapat berubah tergantung faktor - faktor di lapangan dan kebutuhannya.
Thanks infonya sangat membantu
BalasHapusSama-sama semoga bermanfaat
HapusMantap sis
BalasHapusBy yudha
HapusMakasih mas yudha
Hapusinfo menarik, membantu banget trimss
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih kak
HapusMantap nih infonya, tengkyuuuu
BalasHapusSama-sama kak
HapusInfonya bermanfaat terimakasih
BalasHapusAlhamdulillah
Hapus